Properti Kelas Hot

Kalangan bankir mengungkapkan bahwa tahun ini adalah periode yang sulit untuk penyaluran kredit pemilikan rumah atau KPR. Namun, hadirnya program FLPP diklaim mampu menjadi oase di tengah keringnya gurun pasir. 

FLPP adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau skema subsidi dana bergulir untuk membiayai pembelian rumah masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR. FLPP telah menjadi program pemerintah sejak 2010.

Ekonom Institute for Development Economics Finance (Indef) Bhima Yudistira mengatakan saat ini rumah subsidi memiliki prospek yang bagus, bahkan di tengah perlambatan ekonomi. Wajar saja, permintaan FLPP pun naik signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Sasaran pasaran rumah subsidi FLPP ini bisa ditujukan ke TNI/POLRI, PNS, BUMN/D, Bumdes, swasta dan kalangan masyarakat dengan penghasilan MBR.

Menurutnya, transisi penurunan suku bunga acuan yang relatif lamban dinilai menjadi pemicu perlambatan penyaluran KPR nonsubsidi pada tahun ini. Sementara itu, FLPP menjamin suku bunga yang tetap 7% hingga selesai masa cicilan.

“Bank masih dihadapkan pengetatan likuiditas bank. LDR bank sudah di atas 94% menjadikan bank khawatir jika terlalu cepat turunkan bunga dan deposan lari ke bank lain,” katanya

Alhasil, perbankan dan pengembang dapat bersinergi dalam mendorong pembangunan sejuta rumah dan menggarap pasar yang sedang ramai.